Langsung ke konten utama

Postingan

Tuhan, Aku Merindukannya - Senandika Rindu

Hai, Fer. Aku rindu. Namun, sepertinya hingga kini aku masih tak bisa menitipkan rinduku untukmu. Tak apa. Sekarang aku sudah baik-baik saja. Lihat, aku sudah bisa tersenyum. Baiklah, maaf. Aku tahu, kesedihan ini masih kupendam sendirian. Kukubur dalam-dalam agar tak seorang pun mengetahuinya.  Kau tahu? Aku tak ingin membuatmu bersedih. Aku tak ingin membuatmu terluka. Setidaknya ... tidak lagi setelah kau pergi.  Aku sangat ingin membagikan kisah ini pada dunia, tapi ... hei. Aku tak tahu entah harus dari mana kisah ini dimulai. Bagiku, sejak kepergianmu, kisah ini sudah berakhir. Tak ada lagi yang tersisa. Tak ada lagi yang harus aku katakan. Kau tahu? Seberapa sesak rindu yang selama ini menghinggapi dadaku?  Hei, Fer. Aku masih ingat senyum yang kau sunggingkan malam itu. Indah sekali. Rasanya, jika saja aku tahu kau akan pergi, aku tak akan pernah lepas dari senyum itu. Akan aku simpan rapat-rapat dalam memoriku. Agar aku tak akan pernah melupakannya. Jika saja aku...

"Jaga Lidahmu!" Hati-hati Membunuh Orang Lain dengan Perkataan!

"JAGA LIDAHMU!" Pernah denger kan, kutipan yang mengatakan bahwa "Lidah itu lebih tajam daripada pedang." Yap, itu bener. Bener banget  malah. Jadi, itu sebabnya kita mesti jaga lidah kita. Supaya nggak nyakitin hati orang lain! Lah, kok gitu? Iya! Karena, kita nggak akan pernah tau, sejauh mana perkataan kita bisa menyakiti hati orang lain. Kita nggak akan pernah tau, sejauh mana perkataan kita bisa membunuh mimpi orang lain. Dan kita nggak akan pernah tau, sejauh mana perkataan kita bisa melukai perasaan orang lain. Hei, nggak semua orang punya hati yang kuat! Banyak juga yang hatinya lemah. Yang nggak bisa denger kalimat kasar sedikit aja. Yang nggak bisa denger kritikan secuil aja. Yang nggak bisa denger hinaan sekelebat aja. Ada banyak orang yang hatinya lemah. Yang hatinya mudah terluka. Yang hatinya mudah merasa. Lantas, abis denger kalimat kita, jadi terpuruk, banyak pikiran, bahkan sampai sakit-sakitan. Nah, lho, ngeri, kan? I...

Kalimat Penguat Dari Aku yang Rapuh

Untukmu, seseorang yang tengah merasa rapuh …. Sejujurnya, aku sendiri tak pantas menguatkanmu. Karena, aku yakin aku tak sekuat dirimu. Mungkin, aku lebih rapuh darimu. Benar, aku tak mengerti masalahmu. Aku tak mengerti duduk perkaranya. Aku tak mengerti kondisi yang kau alami, sekuat apapun aku mencoba memahaminya. Aku hanya orang asing yang bodohnya berusaha menenangkanmu. Berharap kau bisa lebih kuat dan sabar dalam menghadapi cobaan setelah mendapat sedikit wejangan dariku. Tapi aku tau, aku salah. Aku yang tak tau apa-apa soalmu, mana mungkin jadi penguatmu saat kau tengah jatuh. Kita baru saja saling mengenal. Bahkan sebelumnya tak pernah bertemu. Juga tak pernah berusaha mencari tahu lebih dalam. Tapi, bagiku kau selalu seperti kakakku. Meski seperti apapun kau menganggap hubungan ini. Sebelumnya, aku minta maaf karena aku sudah mencoba untuk mencampuri urusanmu. Bahkan terkesan selalu ingin mencampurinya. Betapa tidak tau dirinya aku ini. Aku tidak tau, jika sudah berh...

Self Motivation-Jangan Bersedih. Ada Allah.

Pernah, nggak sih? Kita berada di titik yang bener-bener jatuh? Tapi, saat itu, semua orang cuma lihatin kita. Nggak ada yang peduli sama sekali. Kita cuma bisa nangis, nangis, nangis. Ya, kita memang hidup di zaman yang kejam. Zaman di mana orang-orang hanya memikirkan dirinya sendiri. Tetapi, sesekali kita juga butuh berkaca pada diri sendiri. Pernah nggak, kita berpikir, "Asalkan bukan aku yang terkena masalah, ya berarti bukan urusanku." Nah, jika kita pernah berpikir seperti itu, artinya, kita tak ada bedanya dengan orang-orang yang egois di luar sana. Karena, sesekali kita perlu bersimpati. Sesekali kita perlu berempati. Hidup ini tidak hanya dihuni oleh diri sendiri. Ada banyak manusia lain di bumi selain kita. Jadi, berhenti bersikap egois. Buka mata, buka telinga. Jangan selalu seolah tuli dan berpura-pura buta. Sesekali manusia perlu merasakan apa yang orang lain rasakan agar bisa mengerti bagaimana rasanya ketika tengah terjatuh lalu kemudian dicampakkan. Itu...

Pelangi Putih - Kumpulan Cerpen Leci Seira

Pelangi Putih Karya Leci Seira        Tampaknya langit menolak bersahabat dalam waktu singkat. Pantulan warna kelabu hampir memenuhi seisi kota. Gemuruh pun sudah berulang kali memperdengarkan keperkasaannya di balik mega. Belum lagi curahan kesedihan dari langit yang semakin lama semakin bertambah intensitasnya.  Di sebuah halte bus, seorang gadis remaja tengah melenguhkan napas beberapa kali. Air mukanya kesal karena mendapati dirinya terjebak di sana. Karena ia bangun kesiangan hari ini, ia terpaksa terjebak hujan di halte itu dan sepertinya harus melewati kelas pertamanya. Ia mengalihkan pandangannya pada ponsel ditangannya. Berharap ada pesan masuk atau apapun yang mengabarkan bahwa perkuliahan hari ini dibatalkan karena hujan deras. Namun, siapa yang peduli itu? Selama dosen bisa datang, maka mahasiswa tidak bisa memutuskan seenaknya.  Perut gadis itu tiba-tiba berbunyi. Ia melirik arlojinya, lalu dahinya mengerut sembari menghela napas....

Tujuh Alasan Kenapa Saya Menulis. Kalau Kamu Bagaimana?

Assalamu'alaykum penulis-penulis hebat.. Wah ... ini perdana saya nulis blog loh, hihi :D Semoga tulisan saya bisa bermanfaat bagi teman-teman semuanya ya :) Aamiin.. Hari ini, saya akan membahas mengenai "7 Alasan Kenapa Saya Menulis." Nah, teman-teman disini pernah gak sih, mikirin alasan kenapa kita harus menulis? Pengin nulis, tapi gak punya alasan kuat untuk memulainya. Kalau pernah, hari ini saya akan kasih tau alasan kuat kenapa kita sebagai manusia harus menulis. Ini alasan saya lho, kalau teman-teman mau jadikan bahan renungan, Alhamdulillah banget. Tapi kalau temen-temen gak setuju, itu hak temen-temen ya. Hehe.. Ikuzo... 1. Berdakwah Lewat Tulisan     Jujur saja, sampai sekarang, ini menjadi alasan terkuat saya kenapa menulis. Saya sangat ingin menebarkan kebaikan melalui tulisan-tulisan saya. Saya bukanlah orang yang bisa memberikan motivasi secara langsung, atau menebarkan kebaikan secara langsung (terkadang juga bisa sih, hehe). Hanya saja, ket...